LUVI LUVI.COM - Manfaat Buah Mengkudu
Mengkudu dikenal dengan nama latin
Morinda Citrifolia. Di
Indonesia nama mengkudu dikenal dengan berbagai nama, seperti pace,
bentis, kemudu (Jawa), cangkudu (Sunda), kondhuk (Madura), bangkudu
(Batak), neteu (Mentawai), keumudee (Aceh), tibah (Bali) atau rewonang
(Dayak). Namun secara internasional, mengkudu lebih dikenal sebagai
“noni” yang merupakan sebutan khas orang Hawaii atau Tahiti.
Hingga kini mengkudu jarang mendapat perhatian, karena bentuk buahnya
yang cenderung bak si “buruk rupa”. Selain itu, juga karena baunya yang
kurang sedap. Namun semenjak Dr. Ralph Heinecke pada tahun 1950
menemukan kadar xeronine dalam buah tersebut, mengkudu kini seperti
menjadi incaran banyak orang.
Xeronine sendiri kemudian dikenal sebagai zat yang mampu menetralisasi berbagai penyakit, seperti gula darah,
penuaan dini, dan bisa menurunkan kadar kolesterol. Bahkan beberapa
penelitian terakhir menunjukan bahwa buah ini bisa juga sebagai
pemberantas kanker yang mematikan.
Mengenal Mengkudu/Pace
Pohon setinggi 3-8 m dengan batang pokok jelas. Daun bertepi rata,
berwarna hijau kekuningan. Bunganya berbentuk bonggol diketiak daun.
Buahnya berbenjol-benjol tidak teratur. Panjangnya mencapai 5-10 cm.
pace tumbuh pada tanah berkapur ketinggian 1.000m dpl.
Kandungan dan Khasiat Mengkudu
Scopoletin, senyawa ini berfungsi mengatur tekanan darah. Saat tekanan
darah tinggi, scopoletin membantu menurunkan. Sebaliknya bila tekanan
darah menjadi rendah, ia akan menaikkannya. Selain berindikasi
antibakteri, senyawa ini juga mengatur hormone serotonin, yang membantu
menurunkan kadar kecemasan dan depresi.
Morindin, zat ini berkhasiat dalam meningkatkan system pertahanan tubuh.
Selain dua zat di atas, pace juga mengandung gum, asam malat, asam
sitrat, dan senyawa antiseptic.
Hasil Penelitian
Berdasarkan penelitian, ada sekitar 61 lebih senyawa berkhasiat yang
dikandung mengkudu. Mereka bekerja secara sinergis dan misterius.
Contohnya, beberapa senyawa yang berperan aktif dalam pengobatan
penyakit tertentu, bukan berarti hanya senyawa itu yang berkontribusi.
Tapi disokong juga oleh senyawa lainnya. Itulah sebabnya mengkonsumsi
hasil ekstraksi satu senyawa bakal berbeda khasiatnya dibandingkan
dengan kalau kita menenggak sari buah mengkudu secara keseluruhan.
Katakanlah dalam mengobati tekanan darah. Sari buah mengkudu bisa
meningkatkan tekanan darah bagi penderita darah rendah tapi di lain
sisi bisa menurunkan tensi darah bagi penderita hipertensi. Fenomena itu
tidak akan terjadi pada buah mengkudu yang diekstrak.
Menurut penelitian dr. Mona Harrison dari fakultas Kedokteran
Universitas Bolton, konsumsi sari buah megkudu akan membantu penyediaan
hormone xeronine. Xeronine dari mengkudu bekerja secara kontradiktif.
Pada penderita tekanan darah tinggi, xeronin menurunkan tekanan darah
menjadi normal. Pada penderita tekanan darah rendah, mengkudu
meningkatkan tekanan darah darah. Dengan kata lain, sari buah mengkudu
berfungsi sebagai adaptogen, penyeimbang fungsi sel-sel tubuh.
Kilas Cakrawala : Ada yang mengatakan kalau di buah mengkudu tidak langsung jadi zat murni xeronin, tapi enzim yang disebut enzim proxeronase dan suatu alkaloid proxeronine . Dimana jika kita memakan buah atau meminum jusnya, maka didalam dinding usus enzim ini akan mengubah proxeronine menjadi zat aktif xeronine
yang kemudian akan diserap ke dalam aliran darah menuju ke semua sel
dan akan mengaktifkan protein-protein yang tidak aktif, mengatur
struktur dan membentuk sel yang aktif. Dengan pengaktifan protein maka
produksi antibodi berlangsung baik, karena faktor penyusun utama
antibodi adalah protein. Xeronine juga mampu mengurangi proses alergi,
mencegah terjadinya penyakit autoimun dan penyakit asma (Bangun, 2002)
Efek
kontradiktif buah mengkudu juga telah diteliti oleh Y. Murati (1981)
dari fakultas Kedokteran UGM. Perasan daging buah mengkudu memberikan
perubahan sangat berarti pada jantung, yaitu menurunkan kekuatan
kontraksi otot jantung, menurunkan kecepatan denyut jantung dan
menaikkan jumlah aliran darah koroner jantung setiap menitnya.
Uji praklinis pada tungkai bawah kucing menunjukkan pengaruh hipotensif,
yaitu menurunkan tahanan aliran darah (vasodilatasi) pembuluh darah
tungkai bawah kucing tapi juga mempunyai efek hipertensif. penelitian
oleh A.M. Djojosugito dkk. (1975-1976) itu menunjukkan, dalam sari buah
mengkudu setidaknya terdapat dua komponen yang bersifat berlawanan.
Dalam penelusuran Luki yang pernah mengenyam pendidikan farmasi di
Bandung, sari mengkudu juga mengandung scopoletin. Salah satu fungsinya,
membersihkan endapan penyebab arteroklerosis dalam pembuluh darah.
Dengan demikian, pembuluh darah menjadi lentur sehingga kerja jantung
memompa darah tidak begitu berat.
Hasil penelitian F.H.A Dwiyanto (1996) dari Fakultas Biologi UGM,
Hadinoto dkk. (1993) dari Jurusan Farmasi UNHAS dan I. Jumiati (1997)
dari Fakultas Kedokteran UGM, buah pace mempunyai efek menurunkan kadar
glukosa darah tikus putih. Mekanisme kerja hipoglikemik melalui hambatan
absorbsi glukosa pada usus dan meningkatkan sekresi insulin.
Jadi kerja buah mengkudu tidak langsung menurunkan kadar gula dalam
darah. Melainkan meningkatkan insulin yang mengatur keberadaan gula
dalam darah.
Pace juga mengandung antiseptic dan antibakteri pathogen yaitu
Eschericia colli, Salmonella dan Staphylococcus aureus. Hal ini
diperkuat oleh penelitian Ester (1992) dari Fakultas Farmasi UGM.
Anne Hirazu,I dalam tesis doktornya membuktikan bahwa mengkudu matang
mengandung gum arab dan berbagai jenis glukosa yang punya daya antitumor
dan menstimulir kekebalan tubuh. Aerta mengandung senyawa aktif
merangsang kelenjar pineal mengeluarkan serotonin dan endorphin (morfin
tubuh). Makanya mengkudu sering digunakan dalam terapi narkoba.