Banyaknya
teroris berusia muda, perlu menjadi perhatian semua pihak. Sebab,
paham-paham radikalisme yang berujung pada aksi terorisme adalah sesuatu
yang berbahaya.
Mantan Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, aksi
terorisme terjadi karena adanya kesalahan dalam mengartikan jihad,
serta begitu murahnya para perekrutnya menjual surga. Sehingga, orang
terhasut dan akhirnya melakukan aksi terorisme.
"Kalau dia
menghitung musuh, kayak (dulu) seseorang pergi ke Afganistan, itu
menjadi jihad. Tapi, kalau ada bom di pinggir jalan di Bali, sehingga
siapa saja yang lewat kena bom, itulah teroris," ujar JK di Gedung
Kemendikbud, Jakarta, Rabu (26/9/2012).Seseorang yang nekat melakukan aksi terorisme, lanjut JK, rata-rata biasanya mendapatkan ajaran yang radikal tentang pemahaman musuh dan jihad yang keliru.
"Atau, terlalu murahnya menjual surga, sehingga (ada pemahaman) kalau Anda bunuh orang itu jihad dan Anda masuk sorga," papar JK.
JK pun tidak habis pikir, saat ini seakan ada pemahaman salah memaknai jihad, yang menjadikan polisi sebagai target.
"Ini tentu saja bahaya," ucapnya.
Dengan melakukan pendidikan sejak kecil melalu iPAUD yang direncanakan ada di masjid-masjid, JK menilai akan menjadi solusi untuk memberantas tindak pidana terorisme.
Anak-anak akan diberikan pemahaman yang benar sesuai porsinya tentang agama, dan bahan-bahan pelajarannya pun diawasi bersama-sama, sehingga tidak ada pelajaran yang menyimpang.
"Bila anak biasa ke masjid dengan ajaran yang benar, ajarannya terseleksi dengan betul, begitu juga dengan agamanya, maka akan memberikan pemahaman yang baik," tuturnya


0 komentar:
Posting Komentar