Berbagai macam trik itu diantaranya iklan-iklan yang mengancam, daftar nama pemilih yang dibuang dan pernyataan-pernyataan menjerumuskan.
Dengan pertaruhan yang besar, pakar pemilu memperingatkan masih adanya upaya untuk mencegah pemilih rival memberikan suaranya.
Juga mengajak pemilih yang belum pasti (sway voters) dengan hasutan dan kebohongan mengenai salah satu capres.
“Jika pemilu dirasa amat penting, hal-hal seperti itu bisa terjadi,” ujar Direktur Annenberg Public Policy Centre di University of Pennsylvania, Kathleen Jamieson.
Menurut Jamieson, kecurangan itu pernah terjadi pada 2000. Pada 2004, hal ini nyaris terjadi.
Namun, lanjutnya, taktik buruk biasanya bak senjata makan tuan. Seperti salah satu pemilih yang pernah menyebar DVD yang diklaim berisi foto ibunda Obama tanpa pakaian.
Ternyata, hal itu bohong dan si pelaku ditangkap. Otoritas AS menyatakan, hukuman untuk kecurangan ini 3,5 tahun penjara dan denda US$10 ribu.


0 komentar:
Posting Komentar