Dalam pidato terkenalnya pada 4 Juni 2009 itu, Obama berjanji akan mengupayakan awal yang baru antara AS dan negara-negara muslim di dunia. Namun menurut para kritikus, Obama tidak menepati janjinya itu. Tahun berganti tahun, namun harapan tersebut tinggal angan-angan belaka.
Israel dengan dukungan AS, terus mendominasi tanah-tanah Palestina. Negara-negara Teluk Arab, juga dengan dukungan AS, terus menekan HAM rakyatnya. Sentimen anti-AS di negara-negara muslim pun kian meningkat.
Bahkan menurut sebuah lembaga survei AS, Pew seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (2/11/2012), popularitas Obama menurun di beberapa negara muslim. Bahkan popularitas Obama sempat turun hingga 13 poin.
"Saya bertemu Obama pada Februari 2010 di Gedung Putih, dan sampai saat itu saya masih optimis," kata Gamal Eid, pengacara HAM terkemuka Mesir yang memimpin organisasi Arabic Network for Human Rights Information.
Dikatakan Eid, setelah itu, dirinya kecewa pada Obama. "Dia harusnya bisa mendorong HAM di Teluk, atau mendukung rakyat Palestina, atau menghentikan dukungan AS untuk para tiran, namun itu tidak terjadi," imbuhnya seperti dikutip dari AFP, Kamis (1/11/2012).
Sementara menurut analis Mesir, Issandr El Amrani, penyebab turunnya popularitas Obama adalah ketidakmampuannya untuk meredakan konflik antara Palestina dan Israel. Selain itu Obama juga dinilai gagal membangun hubungan baik dengan negara-negara muslim. Bahkan Obama disebut tidak ada bedanya dengan mantan presiden George W. Bush yang dianggap sebagai musuh besar di sejumlah negara Timur Tengah.
"Mereka melihat Obama malah lebih mirip Bush dalam bentuk lain. Dia seharusnya bisa lebih mendorong penegakan hukum di sekitar wilayah Teluk. Namun itu tidak terjadi selama masa pemerintahan dia," cetus Amrani.
"Sentimen anti-AS malah semakin meningkat, buktinya ada seorang diplomat AS yang terbunuh di Libya," tandas pengamat tersebut mengenai Dubes AS untuk Libya Chris Stevens, yang tewas dalam serangan di konsulat AS di Benghazi, Libya belum lama ini.
Salah seorang diplomat AS menyebutkan, Obama sudah 'melangkah dengan menggunakan kaki yang salah'. Menurutnya kebijakan Obama yang tidak tegas terhadap upaya-upaya Israel untuk membangun pemukiman di sepanjang Tepi Barat dan Yerusalem Timur malah menjadi bumerang.
"Untuk semua niat baik (Obama), hasilnya cukup menyedihkan," ucap diplomat tersebut.


0 komentar:
Posting Komentar