Fakta ini, jelas, menimbulkan pertanyaan di banyak kalangan. Kenapa hanya dua? Bukankah, sebelumnya, Dahlan Iskan menyebut ada 10 nama? Ketika itu, usai mengikuti rapat pimpinan BUMN di gedung Permodalan Nasional Madani (PMN), Jakarta, Selasa 30 Oktober 2012, Dahlan mengaku memiliki daftar nama oknum yang diduga memeras BUMN. Ketika wartawan bertanya, berapa jumlahnya, ia menyebut angka 10.
Lantas kenapa yang disetor ke Badan Kehormatan DPR hanya dua nama? Inilah yang menjadi pertanyaan publik. Adakah keputusan (menyebut hanya dua nama) itu merupakan salah satu siasat yang punya tujuan tertentu? Atau, adakah itu berkaitan dengan pemanggilan mendadak Presiden pada Dahlan Senin 29 Oktober lalu?
Wallahulam. Yang jelas, masyarakat bertanya-tanya ihwal fakta itu. Apalagi, sebelumnya, Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) menyatakan telah dua kali dimintai ‘jatah’ oleh anggota DPR.
"Yang pertama saat rapat dengar pendapat diminta patungan dengan BUMN lain pada Maret lalu. Sedangkan yang kedua saat ada anggota DPR yang meminta gula untuk dibagikan kepada konstituen di daerah pemilihannya," kata Ismet Hasan Putro, Dirut RNI.
Nah, adakah sinyalemen yang disebut Ismet itu merupakan bagian yang dilaporkan Menteri BUMN kepada DK DPR?
sumber : http://nasional.inilah.com/read/detail/1923660/dari-10-jadi-2-pemeras-dpr-ada-apa-dahlan


0 komentar:
Posting Komentar