Setelah melakukan kampanye panjang dan hasilnya kurang menyenangkan, berbagai jajak pendapat menemukan Obama dan Romney bakal sulit untuk menang telak. Meskipun ada sedikit harapan, Obama bakal memenangi delapan atau sembilan negara bagian yang medan pertempuran perolehan suaranya menentukan siapa yang bakal unggul.
Obama berencana mengunjungi tiga negara bagian yang banyak dihuni pemilih gamang pada Senin (perbedan waktu WIB dan Bagian Tengah Barat AS bisa 10 atau 11 jam). Dan Romney akan bepergian mengunjungi empat negara bagian. Kedua capres bakal memfokuskan diri pada perekonomian AS, tapi sentuhan personal mereka akan menentukan elektabilitas mereka.
Hasil pilpres akan berdampak terhadap bebagai masalah domestik dan kebijakan luar negeri AS. Seperti masalah fiskal yang menukik dengan pemotongan anggaran belanja negara, kenaikan pajak yang dapat terjadi pada akhir tahun, masalah imigran illegal atau soal ambisi nuklir Iran.
Perimbangan kekuatan di Kongres akan mencuat pada Selasa besok, dengan Partai Demokrat yang mengusung Obama berharap mampu memperkecil perbedaan dalam mayoritas Kongres. Dan Partai Republik yang menjagokan Romney tetap berkuasa di DPR AS (House of Representatives).
Pilpres kali tercatat sebagai yang terbesar menguras kocek dua kandidat itu, yang bila dikapitalisasi secara gabungan memakan biaya US$2 miliar. Inilah pilpres paling mahal dalam sejarah AS.
Pada hari terakhir kampanye, baik Obama maupun Romney pasti bakal memanas-manasi para pemilih gamang di negara-negara bagian yang jadi pertemuran kedua capres. Romney membujuk para pendukung Obama yang tak puas dengan kinerja, dengan mengatakan dirinyalah yang paling layak menjadi calon perubahan serta mengejek kegagalan Obama memenuhi janji-janji kampanyenya dulu.
“Dia dulu banyak janji, tapi dia terjungkal dengan sangat singkat,” ujar Romney berapi-api saat kampanye di Cleveland, Ohio, seperti ditulis Reuters Senin (5/11).
Obama mengutip laporan membaiknya perekonomian AS yang bisa dengan cepat memperluas lapangan kerja, dan berpendapat ia melakukan kemajuan dalam membalikkan perekonomian AS, namun perlu memperpanjang jabatannya di Gedung Putih untuk menuntaskan tugasnya. “Ini sebuah pilihan antara dua versi Amerika,” ujarnya di Cincinnati, Ohio.
Obama akan berkampanye pada hari terakhir ini di negara bagian Wisconsin, Ohio dan Iowa. Tiga negara bagian ini dipercaya akan menyumbang 270 electoral votes yang diperlukan bagi kemenangannya.
Hasil berbagai jajak pendapat menemukan Obama hanya menang tipis di tiga negara bagian tersebut. Ia akan berhenti kampanye Senin Malam (Selasa pagi WIB) di Iowa. Negara bagian ini menjadi andalan Obama duduk di Gedung Putih pada Pilpres 2008.
Romney akan mengunjungi dua negara bagian yang harus dimenangkannya: Florida dan Virginia. Di dua negara bagian ini, menurut hasil berbagai jajak pendapat, Romney juga hanya menang tipis atau draw melawan Obama, bersama dengan Ohio sebelum akhirnya bisa disimpulkan elektabilitasnya di New Hampshire. New Hampshire adalah negara bagian tempat Romney mengumumkan pencapresannya tahun lalu.
Satu-satunya negara bagian yang dijadwalkan bakal dikunjungi kedua kandidat adalah Ohio. Ohio sangat rentan bagi posisi kemenangan Romney. Kalau jeblok di Ohio, sulit bagi Romney menjadi presiden AS. Obama, meskipun sedikit unggul dari Romney di Ohio, tapi ia cukup mantap menurut jajak pendapat yang dilakukan selama beberapa bulan.
Obama mendapat dukungan lebih kuat di Ohio karena ia mendukung upaya pemerintah AS menalangi industri otomotif. Di Ohio, satu dari delapan pekerjaan terkait industri mobil. Pertumbuhan perekonomian cukup kuat di Ohio, tingkat penggangguran lebih rendah dari level nasional yang 7,9 persen di level.
Romney menjuluki kepemimpinan ekonomi Obama hanya mengandalkan upaya tangan pemerintah supaya lebih gemar membelanjakan uang. Seandainya terpilih, Romney bakal menjadi presiden pertama penganut Mormon, mengandalkan pengalamannya sebagai pemimpin bisnis penyertaan dana pribadi dan yakin pekerjaan uniknya itu bakal menciptakan lapangan kerja.
Kampanye Obama menembak Romney dengan iklan yang menggambarkan jutawan multi dolar ini kehilangan sentuhannya dengan kehidupan sehari-hari rakyat Amerika. Obama dan para sejawatnya menyebut perusahaan Romney, Bain Capital, hanyalah perusahaan yang bergerak di sektor non riil yang memangkas pekerjaan demi laba maksimum.
sumber : http://web.inilah.com/read/detail/1923513/obama-vs-romney-berebut-simpati-di-hari-terakhir


0 komentar:
Posting Komentar