ads

MAYORITAS WARGA CHINA DAN JEPANG MENDUKUNG OBAMA JADI PRESIDEN

LUVI LUVI.COM - Tokyo, - Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan penantangnya, Mitt Romney terus bersaing ketat dalam polling-polling. Namun mayoritas warga Jepang dan China mendukung Obama untuk terpilih kembali dalam pemilihan presiden AS pada 6 November mendatang.

Setidaknya hal itu terlihat dalam hasil survei yang dilakukan oleh kantor berita AFP bekerja sama dengan lembaga survei yang berkedudukan di Hongkong, Ipsos. Dalam survei tersebut seperti dilansir AFP, Jumat (2/11/2012), 86 persen warga Jepang mendukung Obama, dan hanya 12,3 persen yang mendukung Romney. Sementara di China, Obama mendapatkan dukungan sekitar 63 persen.

Survei ini dilakukan pada September dan Oktober dan dilakukan secara online. Jumlah responden sebanyak 1000 orang dengan margin of error 5 persen. Obama unggul di setiap kategori pertanyaan yang ditanyakan kepada responden.

Sekitar 81,8 persen warga Jepang, dan 58,3 persen warga China menganggap Obama adalah Presiden AS yang paling tepat bagi pertumbuhan ekonomi di Asia. Selain itu Obama juga dinilai sebagai capres yang paling mampu untuk menjaga keamanan di wilayah Asia. Sekitar 85,3 persen warga Jepang dan 56,3 persen warga China mendukung Obama untuk kategori ini.

"Asia menginginkan Obama untuk memenangkan pilpres mendatang. Namun pendukung Romney di China juga tak sedikit," ujar Direktur Ipsos Hongkong, Andrew Lam.

Menurut Lam, salah satu alasan rendahnya dukungan terhdap Romney adalah karena pernyataannya di beberapa kesempatan yang menunjukkan ketidaksukaan terhadap Asia. Misalnya, saat Romney menuduh pemerintah China memanipulasi nilai mata uang Yuan dan pendapatnya tentang penurunan ekonomi Jepang.

"Untuk Jepang, mereka tidak mendukung Romney karena pernyataannya yang menyebut ekonomi Jepang sedang turun. Ini berdampak buruk karena penduduk Jepang mempunyai nasionalisme yang cukup tinggi. Sementara di China, pernyataannya yang akan memperkuat militer di wilayah Pasifik, membuat China merasa lebih baik apabila Obama yang menjadi presiden," ucap Lam.

Tingginya popularitas Obama di Jepang, menurut Guru Besar Politik Internasional dari Universitas Waseda Tokyo, Takehiko Yamamoto, dikarenakan kebijakan Obama yang lebih manusiawi. Ini terlihat dari kebijakannya yang menghentikan perang di Irak dan Afghanistan, yang mendapat apresiasi tinggi dari warga Jepang.

"Obama tidak pernah memaksa Jepang untuk bergabung dalam suatu operasi militer. Tidak seperti Bush yang memaksa Jepang untuk ikut dalam operasi di Afghanistan dan Irak," pungkas Yamamoto.

Artikel Terkait:

0 komentar:

Posting Komentar