“Ini sudah benar-benar sesuai dengan kerangka waktu yang saya rencanakan,” ujar Hillary Clinton dalam wawancara dengan koran bergengsi, Washington Post edisi Jumat (26/10). Koran itu terbit pas peringatan ulang tahun Hillary ke 65 tahun pada Jumat 26 Oktober.
Rencana ini sudah dikemukakan sebelumnya, dan kini ia menegaskannya lagi, bahkan jika Obama terpilih lagi pada pilpres 6 November mendatang Hillary tetap mundur.
"Saya sudah lama bermaksud mundur setelah pelantikan presiden terpilih. Itu rencana saya. Tapi saya belum bisa duduk dan berbicara dengan presiden, yang kini sibuk berkampanye untuk memenangkan pilpres dalam waktu dekat. Barulah setelah itu kita akan berbicara bagaimana melakukan transisi,” kata isteri bekas Presiden Bill Clinton.
Secara profesional, Hillary sebetulnya adalah pengacara tangguh dan bertarif mahal. Ia pernah masuk dalam daftar 100 pengaraca top se-AS Mungkin saja ia akan menekuni kembali profesi yang lama ditinggalkannya sejak suaminya dua kali menjabat presiden AS (1993-2001). Sebagai ibu negara, Hillary tak mungkin menjadi pengacara yang tetap berpraktik.
Setelah itu, ia menukuni politik dan berhasil menjadi anggota senator dari Partai Demokrat di negara bagian New York (2001-2009), sebelum bertarung menjadi kandidat presiden dari Partai Demokrat melawan Barack Obama. Ia petarung tangguh, namun kalah tipis dari Obama gara-gara kepleset lidah dalam perdebatan. Hillary lalai menyebut nama panjang Presiden Rusia saat itu, karena sulit mengucapkannya, lalu diucapkanya “Whatever Medvedev”. Maksudnya Dmitry Medvedev


0 komentar:
Posting Komentar