ads

SYIAH DAN KURDI SALING SERANG PAS DIWAKTU HARI RAYA IEDUL ADHA

LUVI LUVI.COM - Bagdad– Liburan Idul Adha tak membuat orang Islam dari suku Kurdi berjabat tangan dengan kaum Shiah. Dalam suasana lebaran haji di dekat ibu kota Irak Bagdad hari Sabtu pagi (27/10) kemarin, orang Kurdi nekat menyerang kaum Shiah dan memangsa nyawa sedikitnya 10 orang.
Serangan ini juga membuat sedikitnya 20 orang terluka, menandai pecahnya konflik horisontal di Irak sejak pekan lalu, yang sebelumnya tenang selama berbulan-bulan.
Liburan lebaran haji di Irak dan umumnya negara-negara Teluk, biasanya berlangsung selama empat hari, mulai hari pertama lebaran Ied. Umumya mereka mengunjungi kerabat, berziarah ke makam atau tempat-tempat suci kaum Shiah.
Modus operandi penyerangan ini adalah menggunakan bom yang dilekatkan pada badan bus yang mengangkut para jemaah Shiah di kota Taji (25 kilometer dari Bagdad), dan menewaskan lima orang seketika dan 12 orang lainnya yang menderita luka-luka Namun jumlah korban terus bertambah hingga jumlah orang yang tewas mencaai 10 orang. Termasuk yang tewas adalah orang-orang Shiah dari Iran.
Serangan lain meletup di Mosul, sekitar 350 kilometer utara Bagdad dengan korban tewas lima orang dan 10 orang terluka dari suku Shabak.
“Pasukan pemerintah seharusnya bertanggung jawab melindungi semua warga Mosul,” kata Qusay Abbas kepada AFP dan dikutip Al Ahram Online. Abbas adalah anggota dewan Shabak di provinsi Niniveh yang beribukota di Mosul. Komunitas Shabak diperkirakan sebanyak 30.000 orang yang tinggal di 35 desa di provinsi Niniveh, dan banyak yang ingin menjadi bagian wilayah otonom Kurdi di Irak utara.
Orang Shabak berbicara dalam bahasa Shabak dan mereka umumnya kaum Islam yang dekat dengan mazhab Shiah tapi juga memercayai kepercayaan lokal. Mereka dianiaya selama Irak dipimpin Saddam Hussein, bahkan terus diserang kelompok Al Qaeda pada waktu AS memimpin Invasi Irak.
Kekerasan sudah cenderung menurun drastis di Mosul dan kota-kota dan desa-desa sekitarnya, serta keseluruhan Irak. Namun Mosul yang pernah menjadi basis Al Qaeda tetap dicengkeram kekuasaan jaringan ini.

Artikel Terkait:

0 komentar:

Posting Komentar