"Yang semula bilang ada yang ditelanjangi, setelah kami tanya memang saksi itu tidak melihat langsung. Rekan media yang datang ke TKP juga melihat kalau Novi keluar dari mobil sudah tidak pakai baju. Tidak ada yang menyuruh dia membuka bajunya," katanya, Kamis (25/10/2012).
Ia mengatakan hal tersebut berdasarkan keterangan dari para saksi dan petugas yang mengetahui secara pasti kronologi kasus tersebut. Suntana melanjutkan dari hasil pemeriksaan, kondisi Novi saat di tempat kejadian sudah melakukan perlawanan dan ingin menelanjangi dirinya sendiri. "Di ruang buser penyidik Novi juga mau menabrak meja kaca, kaca. Jadi tidak ada yang menyuruh untuk membuka bajunya," tegasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kapolsek Taman Sari, Kompol Maulana Hasan. Ia membantah jika ada anggotanya yang menelanjangi Novi Amilia. "Saat evakuasi Novi sudah memakai baju seolah-olah Polisi yang melepaskan bajunya itu tidak benar. Bahwa anggota kami 3 orang diperiksa yang membuka pintu mobil, menarik pintu mobil, ada tukang ojek dan masyarakat kalau Novi sudah telanjang," jelasnya.
Maulana melanjutkan, selain itu Novi juga dalam kondisi marah dan labil. Lalu dipindahkan ke mobil Patroli dengan diborgol, padahal masyarakat di sekitar sudah geram. "Masyarakat meneriakkan bakar-bakar, tapi Kanit Sabhara yang evakuasi dibawa ke Polsek. Ketika sampai di Polsek melakukan upaya lalu memanggil Polwan untuk membelikan baju, mungkin waktu disitu ada insiden pemotretan," katanya.
Sisi lain, kenapa tidak dilakukan upaya menutup aurat Novi dengan kain atau lainnya, pihaknya sudah berupaya melakukan hal tersebut. Bahkan ada anggota yang membawa sarung tapi gagal karena Novi berontak.
sumber : http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1919960/kapolres-jakbar-bantah-anggotanya-telanjangi-novi


0 komentar:
Posting Komentar