ads

10 PEMAIN BOLA YANG SETIA PADA KLUB-NYA

LUVI LUVI.COM - Bicara AC Milan maka bicara soal Paolo Maldini. Sejak memulai debutnya di umur 16 tahun, Maldini tak pernah meninggalkan Rossoneri. Ia memenangkan 7 gelar Scudetto dan 5 gelar Eropa, Maldini adalah ikon kesuksesan klub San Siro itu selama lebih dari 20 tahun.
Bersama Franco Baresi, Maldini bertahan di Milan sepanjang kariernya. Ia sempat dirayu mantan rekannya Ruud Gullit untuk bergabung dengan Chelsea pada 1997 namun ia bertahan sampai mengakhiri karier pada 2009.
Nama Maldini sepertinya akan berlanjut karena dua anaknya, Christian dan Daniel adalah pemain di klub junior Milan.

LUVI LUVI.COM - Jika AC Milan punya Paolo Maldini maka Barcelona FC punya Carles Puyol. Rasanya sulit membayangkan pemain 32 tahun yang gampang dikenali dengan rambut kriwilnya itu menggunakan kostum lain selain Blaugrana.
Setelah menembus tim utama pada 1999, ia sempat dirayu Manchester United yang menginginkannya pada 2003.
"United salah satu tim terbaik dunia dan semua pemain akan senang bergabung. Jika memang ini bagus untuk klub saya akan pergi, tapi keinginan saya adalah tetap di sini,” ujarnya.




LUVI LUVI.COM - Direkrut Inter Milan pada 1995 dari klub Argentina, Banfield, Zanetti hingga sekarang masih dipercaya untuk memimpin lini belakang Nerazzurri.
Kemampuan dan kekuatannya bersama bola membuat ia mendapat julukan "The Tractor." Jiwa kepedulian yang besar membuatnya dipercaya sebagai duta perlindungan hak asasi anak-anak, dalam proyek FIFA bernama SOS Children's Village.


LUVI LUVI.COM -   Ajax dulu terkenal sebagai pemasok pemain kelas atas lewat akademi mereka dan sepertinya pemain tengah ini akan menjadi penerus tradisi itu.

Pemain tengah asal Afrika Selatan ini punya bakat menjanjikan dalam dirinya. Dia akan membantu Ajax sembari menempa diri menjadi salah satu pemain tengah terbaik di permainan ini.





LUVI LUVI.COM - Musim ini akan menjadi musim melesatnya nama Gundogan. Borussia Dortmund sungguh beruntung punya pemain tengah yang mahir di kedua sisi lapangan ini.

Musim lalu ia tampil solid mengantarkan Dortmund mempertahankan tahta Bundesliga. Peran krusialnya itu pasti masih bakal berlanjut.



LUVI LUVI.COM - Lahir di Guernsy Le Tiss, Tissier berpeluang memperkuat Prancis. Dengan talentanya dia bisa bersinar bersama Les Bleus ketimbang The Three Lions. Namun gelandang serang itu memilih tetap di Inggris meski hanya bermain 8 kali.
Suatu saat, rekannya Alan Shearer mengajaknya bergabung ke Blackburn Rovers, sementara Manchester United juga tertarik. Le Tissier memilih tetap di Southampton sepanjang kariernya. Tak salah jika bintang Barcelona FC, Xavi Hernandez mengaguminya dan menyebutnya "pemain sensasional."



LUVI LUVI.COM -  Mampu menyingkirkan karier Roberto Baggio di Juventus, maka anda haruslah seorang pemain yang spesial. Itulah yang dilakukan Del Piero ketika La Vecchia Signora merekrutnya dari Padova pada 1993.
Kerap diisukan pindah ke Spanyol dan Inggris, Del Piero yang kini berusia 37 tahun tetap bertahan di Turin. Ketika Fabio Capello pindah ke Real Madrid, dan Juventus terdepak ke Serie B, ia juga memilih bertahan.
“Juventus adalah bagian dari sejarah hidup saya. Saya tak bisa memikirkan saya memperkuat klub lain di Italia. Saya akan tetap di sini sampai akhir,” katanya pada Skysport Italia.
Kini Del Piero bermain di klub Australia, Sydney FC setelah kontraknya tidak diperpanjang oleh Juventus.

LUVI LUVI.COM -  Plata mungkin tak terkenal di Eropa, tapi di Amerika Tengah ia adalah mesin gol selama dua dekade. Striker ini memecahkan banyak rekor selama di Municipal, memenangkan 15 gelar dan mengejutkan Brasil ketika membuat gol balasan yang menahan raksasa dunia itu di Piala Dunia 1998.








LUVI LUVI.COM - Terpilih sebagai kiper terbaik Abad ke-20, Yashin dijuluki "The Black Spider" karena kemampuan refleknya yang luar biasa. Veteran di tiga Piala Dunia, Yashin menjadi satu-satunya kiper yang pernah memenangkan gelar Ballon d'Or pada 1963.
Ia menghabiskan seluruh 22 tahun kariernya bersama Dynamo Moscow. Ia tetap di klub tersebut dua dekade kemudian sebelum wafat tahun 1990




          LUVI LUVI.COM - Lahir di Roma, dan mungkin akan menghabiskan seluruh kariernya bersama klub berlogo serigala. Loyalitas dan jiwa kepemimpinannya membuat Totti mendapat julukan "Prince of Roma."
Berperan sebagai playmaker tim, Totti terbilang cukup produktif dengan catatan 216 gol dari 506 pertandingannya bersama Gialorosso.





sumber

Artikel Terkait:

0 komentar:

Posting Komentar