Gerimis di Jumat (12/10/2012) pagi ini tak menghentikan mereka berkumpul, memperingati tewasnya para korban. Hanya setengah dari dua ribu kursi yang disediakan, dipenuhi warga. Menlu Marty Natalegawa juga ikut hadir.
“Ini kesempatan yang baik untuk memperkuatkan komitmen bersama, guna memerangi terorisme dan segala hal yang tidak mencerminkan toleransi. Bahwa kemanusiaan bisa melawan kebencian,” ujar Marty.
Semenetara Perdana Menteri (PM) Australia Julia Gillard menyatakan, serangan yang menciptakan rasa sakit dan duka tanpa usia itu merupakan sebuah peringatan bahwa mereka pernah gagal.
Sekitar 240 orang terluka dan 202 lainnya tewas dalam insiden tersebut. Diantara 21 negara yang menjadi korban, Australia merupakan yang terbanyak dengan 88 orang.
Dalam peringatan ini, pemuka agama Hindu, Islam, dan Kristen membacakan doa. Kemudian diputarkan lagu John Lennon, Imagine, serta beberapa lagu lain yang diminta oleh anggota keluarga korban.


0 komentar:
Posting Komentar