“Tujuan penerbitan buku harian tulisan tangan aseli Che Guevara ini adalah untuk dokumen sejarah yang bisa diakses semua orang. Dan Internet memungkinkan semua orang menjadi tahu apa yang terjadi pada 45 tahun silam,” kata peneliti Bolivia Carlos Soria Galvarro, Senin (8/10) kepada AFP.
Buku harian ini diposting di situs www.chebolivia.org oleh Soria Galvarro, yang ditulis Che dengan tinta biru pada kurun waktu Januari hingga Oktober 1967. Saat itu Che sedang aktif mengkampanyekan revolusi petani di Bolivia. Che dibunuh oleh tentara Bolivia pada 8 Oktober 1967.
Buku harian Che kemudian diserahkan ke Kuba dan diterbitkan pada 1968. Tapi buku harian Che terbitan Kuba itu mengalami perubahan dari naskah aslinya, karena kadang-kadang ditemukan bahasa Che yang agak membingungkan pembaca. “Sekarang semua orang dapat meilhat gambar virtual tulisan tangan Che,” jelas Soria Galvarro. Galvarro sudah menulis lima buku mengenai Che selama bergerilya di Bolivia.
Ernesto Guevara Lynch de La Serna lahir di Rosario, Argentina, pada akte kelahirannya tertulis 14 Juni 1928, tapi sesungguhnya ia lahir pada 14 Mei 1928. Ia meninggal pada usia sangat muda, 39 tahun, pada 9 Oktober 1967. Ia seorang Marxis sejati dan terang-terang menentang kapitalisme dunia.
Di dalam tubuhnya memang mengalir darah pemberontak yang berasal dari campuran Irlandia (musuh bebuyutan Inggris), Basque (wilayah Catalonya, musuh bebuyutan Madrid) dan Spanyol.
Sejak muda ia mengidap asma yang diderita seumur hidupnya. Keluarganya pindah ke daerah yang lebih kering ke Alta Gracia di Cordoba, Argentina. Ia sejak muda menjadi seorang pembaca buku yang lahap.
Ia membaca literatur tentang Karl Marx, Engels dan Sigmund Freud yang ada di perpustakaan ayahnya. Ia terketuk hatinya oleh perang saudara Basque-Madrid di Spanyol, juga oleh rentetan krisis yang sedang melanda Argentina saat itu. Ia menentang diktator fasis kiri Juan Peron dan pejabat militer yang keluakuannya mirip para kapitalis.
Ia memulai petualangannya pada 1949 menjelajah Argentina utara hanya dengan sepeda motor dan bertemu dengan kaum papa dan sisa-sisa komunitas Indian. Ia sampai nglurug ke Chile, Peru, Kolombia, Venezuela dan bahkan Amerika Serikat (Miami).
Ia menuduh kelakuan Uni Sovyet tak ubahnya kaum Imperialis Barat dan AS, yang memberi utang kepada negara-negara komunis dan sosialis dunia dengan bunga tinggi.
Ia mewakili Kuba di Majelis Umum PBB pada 1964 dan terang-terang menyerang AS yang dianggap kejam mengisap keringat dan darah orang Amerika Selatan. Karena itu AS dan Uni Sovyet memerintahkan Fidel Castro menghabisi Che, kawan seiring seperjuangannya, pada 1965.
Che-Soekarno
Che terkagum-kagum dengan visi Presiden Pertama RI Soekarno. Baginya Soekarno adalah kawan yang sepadan dalam dialog dan memiliki visi yang sama. Dua orang ini memang menggetarkan Barat dan Timur, dan sama-sama berandil besar dalam pembentukan negara-negara Non-Blok.
Che melakukan kunjungan ke Indonesia pada 1959 dan mengumbar banyak kelakar intelektual dengan Soekarno. Che juga terkagum dengan keanggunan candi Borobudur dan banyak mengambil gambar candi Budha terbesar di dunia itu, dengan mimik serius.
Ia terkejut melihat kebesaran dan keindahan Borobudur dan kekayaan tradisi Indonesia. Setahun kemudian, pada 1960, Soekarno melakukan kunjungan bersejarah ke Kuba dan disambut duet pemimpin Kuba Che Guevara dan Fidel Castro di Bandara Havana. Tujuh tahun setelah bertemu Soekarno itu, Che ditangkap tentara di hutan Bolivia dan dihabisi di sana.
sumber


0 komentar:
Posting Komentar