Mereka meneriakkan slogan-slogan anti-Ikhwanul Muslimim yang dianggap mengontrol Presiden Mesir dan majelis konstituante. Mereka kembali berkumpul di sekitar Tharir Square, yang beberapa pekan yang lalu menjadi tempat bentrok kelompok anti dan pro Ikhwanul Muslimin.
Para pengunjuk rasa meledek Partai Keadilan dan Kebebasan (PKK) Mesir dengan kata-kata: “kebebasan, keadilan dan majelis konstituante harus bubar” seperti ditulis oleh Al Jazeera Online, kemarin.
Majelis Konstituante yang didominasi oleh para politis PKK sudah beberapa bulan bekerja menyusun konstitusi Mesir yang baru, dianggap kaum anti-PKK tidak berfungsi.
Kelompok kedua paling kuat di parlemen Mesir adalah Partai Nour, sayap politik gerakan ultrakonservatif Salafiyah. Gerakan Salafiyah yang dekat dengan mazhab Suni, tapi menganggap dirinya paling sahih menafsirkan Al Qur’an dan hadis.
Bentrok yang meletus seminggu yang lalu antara pendukung dan lawan Ikhwanul Muslimin, menyebabkan lebih dari 100 orang menderita luka-luka. Beberapa petinggi Ikhwanul Muslimin menyesalkan bentrok ini, dan kemarin kaum Ikhwanul Muslimin tidak muncul di lapangan Tahrir.
Padahal pada hari Jumat kemarin, para demonstran berteriak lantang meneriaki pemimpin ideologi Ikhawanul Muslimin Mohamed Badie dan Presiden Mursi (yang juga pernah memimpin Ikhwanul Muslimin) dengan membandingkan mereka dengan penguasa yang terguling Hosni Mubarak.
Penyusunan draft konstitusi Mesir yang baru dicurigai oleh kelompok-kelompok liberal dan hak asasi tak melindungi kebebasan pribadi. Mursi berjanji akan membela penyebab pemberontakan Januari 2011, tetapi lawan-lawan politiknya menyatakan Mursi hanya mengulangi sejarah dan kekuatan monopoli Ikhwanul Muslimin. \
“Turun, Turun..turunkan Mursi-Mubarak,” teriak para demonstran ketika berbaris menuju Tharir Square dalam rangkan peringatan pemberontakan 2011. Setidaknya 20 organisasi, mulai dari kelompok-kelompok hak asasi manusia yang sosialis dan revolusioner, penentang pengadilan militer, nasionalis serta bergabung menjadi protes.
Beberapa partai oposisi mencoba bersatu untuk menghindari hal-hal buruk dalam pemilihan parlemen, dan kini bersiap menyongsong konstitusi baru Mesir yang akan disahkan dalam referendum.


0 komentar:
Posting Komentar