Surat Kabar AS berbahasa Spanyol Nuevo Herald menulis, Dokter Jose Marquina dari Venezuela mengatakan bahwa Fidel Castro mengalami “emboli besar pada arteri otak kanannya” dan mengalami kesulitan menelan makanan, bicara apa lagi mengenali orang.
Adik perempuan Castro, Juanita, yang kini bermukim di Miami, Florida,AS, mengatakan rumor kondisi kakaknya itu “tak masuk akal”. Putra Fidel yang bernama Alex Castro sebelumnya mengatakan kondisi ayahnya cukup baik dan melakukan kegiatan sehari-hari, termasuk kegiatan membaca.
Castro, yang memerintah Kuba selama sekitar 50 tahun, lengser dari kursi kepresidenan dan menyerahkan kekuasaan kepada adiknya, Raul Castro, pada 2008. Sementara rumor tentang kesehatan Castro yang memburuk sudah beredar selama bertahun-tahun. Lebih-lebih setelah Castro tak jadi memberi ucapan selamat atas terpilihnya kembali Presiden Venezuela Hugo Chavez pada Oktober ini.
Venezuela berbaik hati terus mengucurkan bantuan keuangan kepada Kuba atas penjualan minyaknya yang berlebih. Venezuela seolah mewarisi keinginan legenda Kuba kelahiran Argentina Che Guevara, yang menginginkan negara-negara kaya di Amerika Latin membantu negara-negara miskin.
Sementara itu, seorang wartawan Venezuela mengatakan pada 11 Oktober, bahwa kematian Fidel Castro sudah dekat.Fidel yang kini berusia 86 tahun terakhir muncul di muka publik saat bertemu dengan Paus Benedictus XVI pada Maret 2012. Kabarnya Castro sudah tak lagi meneruskan proyek penulisan esainya “Refleksi” di media Kuba sejak Juni lalu.
Namun media pemerintah Kuba yang beredar Rabu pekan ini menurunkan berita ucapan selamat kepada para lulusan sekolah kedokteran Kuba yang ditandatangani Fidel Castro. Reputasi kedokteran Kuba sangat disegani di Amerika Latin, termasuk oleh ikon sepak bola paling berbakat sedunia asal Argentina: Diego Armando Maradona.
Sampai sejauh ini pemerintah Kuba belum membuat pernyataan resmi mengenai kondisi Fidel Castro, teman seperjuangan Che Guevara itu


0 komentar:
Posting Komentar