ads

GERINDRA SALIP PDIP DALAM PILGUB JABAR

LUVI LUVI.COM - Jakarta - Manuver Prabowo Subianto saat Pilgub DKI Jakarta tampaknya bakal terulang di Pilgub Jawa Barat lewat koalisi PDI Perjuangan dan Partai Gerindra. Bagaimana peluangnya?
Berawal dari akun twitter @parbowo08 milik Prabowo Subianto, bertepatan dengan hari pelantikan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini secara jelas memberi dukungan kepada Teten Masduki untuk maju dalam Pilgub Jawa Barat.
Prabowo menyebutkan publik menghendaki pemimpin yang berintegritas, mampu memberantas korupsi, memiliki keberanian untuk melawan arus serta dapat dipercaya. "Saya merasakan salah seorang tokoh yang tepat untuk memimpin Jawa Barat adalah Teten Masduki," tulis Prabowo.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Edhy Prabowo membantah bila dukungan Prabowo ke Teten Masduki mengulang langkah saat mendukung Jokowi-Ahok di Pilgub DKI Jakarta. "Tidaklah, jika disebut mengulang Jokowi. Kita hanya berpegangan pada calon yang benar-benar bersih dari berbagai permasalah," kata Edhy melalui saluran telepon kepada INILAH.COM di Jakarta, Selasa (16/10/2012).
Edhy juga membantah bila Partai Gerindra menelikung PDI Perjuangan dengan memberi dukungan kepada Teten Masduki. Karena dimaklumi, sebelumnya PDI Perjuangan telah menyebut nama Teten Masduki sebagai salah satu kandidat dari PDI Perjuangan. "Kita sudah duluan komunikasi dengan Teten. Tanya saja ke Teten," kata Edhy.
Sebagaimana dimaklumi, pada Pilgub DKI Jakarta, saat nama Jokowi belum mendapat kepastian dari PDI Perjuangan, Prabowo Subianto secara tegas mengusulkan Walikota Solo waktu itu untuk maju sebagai Cagub DKI Jakarta.
Terpisah Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat TB Hasanuddin mengatakan, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Teten Masduki terkait Pilgub Jawa Barat. Menurut TB, Teten siap untuk posisi Cagub maupun Cawagub. "Beliau bilang ‘saya lebih senang dan merasa terhormat dicalonkan oleh PDI Perjuangan", kata TB menirukan pernyataan Teten.
Ketika disinggung soal kemungkinan PDI Perjuangan kembali berkoalisi dengan Partai Gerindra dalam Pilgub Jabar, TB secara diplomatis mengatakan semua kemungkinan akan terjadi. "Politik tidak ada harga mati, masih terbuka apa saja hingga 18 Oktober besok," tambah TB.
Koalisi PDI Perjuangan dan Partai Gerindra dalam Pilgub Jakarta yang memenangkan Jokowi-Ahok belakangan menimbulkan polemik. Politikus senior PDI Perjuangan Taufik Kiemas mengaku jera berkoalisi dengan Partai Gerindra. Pasalnya, insentif politik efek Jokowi justru dinikmati Prabowo Subianto.
Begitu pula Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang menyinggung terdapat penumpang gelap dalam Pilgub DKI Jakarta lalu meskipun tidak jelas siapa yang dimaksud soal penumpang gelap itu.

Artikel Terkait:

0 komentar:

Posting Komentar