“Bagaimana kita tidak mendukung pemerintah Bashar al-Assad jika hukum yang berlaku di Suriah ya hukum pemerintah Suriah?,” ujarnya ketika dikutip koran Universal terbitan Venezuela.
Konflik Suriah menurut catatan PBB memangsa 18.000 jiwa, sedangkan para aktivis oposisi mengklaim angka yang lebih besar, 20.000 jiwa melayang. Sedangkan pemerintah Suriah menyebut korban jiwa hanya 8.000 orang tewas.
Barat terus mendorong upaya penggulingan Presiden Bashar al-Assad, sementara Rusia dan China kompak mencegah inflitrasi dari luar Suriah, yang menyalahkan rezim Assad dan oposisi sama-sama harus bertanggung jawab atas pertumpahan darah dan perang saudara yang sudah berubah menjadi konflik berdarah sektarian (Shiah-Suni).
Chavez terpilih ke empat kali sebagai Presiden Venzuela pada hari Minggu kemarin. Dengan jumlah suara yang dihitung lebih dari 95 persen, Chavez meraih 55 persen suara dan saingan utamanya tokoh oposisi Henrique Capriles mendapat 44,4 persen suara.
Dalam benak Chavez, Suriah adalah lambang anti-imperialis Barat (AS dan Israel), yang layak dibela demi martabat negara-negara sedang berkembang. Tapi Chavez semestinya berempati terhadap warga sipil Suriah yang sia-sia tewas karena konflik berdarah berkepanjangan ini.
SUMBER


0 komentar:
Posting Komentar