Komisi Pemilihan Umum (KPU) Venezuela sudah menghitung 90 persen suara yang masuk hingga Minggu malam (Senen 8/10/2012 WIB). Kubu oposisi Capriles menangguk 44,97 persen suara. Ketua KPU Tibisay Lucena mengatakan hampir 19 juta pemilih yang terdaftar dalam pilres kali ini, terbesar dalam sepanjang pilpres Venezuela.
Chavez meraup lebih dari 7,4 juta suara, mengalahkan Capriles dengan perbedaan suara lebih dari 1,2 juta suara. Kemenangan Chavez disambut gembira oleh para pendukungnya. Mereka berpesta kembang api di ibu kota Caracas, sembari melompat-lompat mengibarkan bendera di luar istana kepresidenan.
Chavez diibaratkan sebagai “juru selamat” oleh rakyat miskin Venezuela, dengan upaya nyata menasionalisasi industri minyak dan gas bumi. Ekonomi Chavez yang pro rakyat membawa kewibawaan Venenezuela ditegakkan.
Chavez berani meminta para pemain minyak dunia membungkuk dan menuruti perintah renegosiasinya dengan menempatkan Venezuela sebagai tuan rumah yang kaya cadangan minyak, gas, emas, perak dan hasil tambang lainnya.
Bank Sentral AS The Fed bahkan tak berdaya ketika Chavez tahun lalu menarik cadangan emas batangannya dari khasanah the The Fed. “Saya merayakan kemenangan Chavez dengan berbesar hati,” ujar Maria Reina, 62 tahun, seorang pendukung Chavez yang tinggal di lereng perbukitan kumuh Venezuela. “Chavez adalah harapan Venezuela dan Amerika Latin,” tambah nenek ini.
Suasana muram terlihat di markas kampanye Capriles. Para pendukungnya tampak menyeka air mata menanggapi kekalahan ini. Capriles dengan legowo menerima kekalahan ini dan mengucapkan selamat kepada incumbent Presiden Hugo Chavez.
“Saya mengirimkan ucapan selamat,” ujar Capriles kepada para pendukungnya di markas kampanyenya. Capriles tetap bangga dengan para pendukung yang memberikan suara untuknya.
Kharisma Chavez sebagai politisi berkarakter, tidak hanya mencuat di Venezuela atau Amerika Latin. Ia berkawan baik dengan negara-negara sedang berkembang dan mengambil jarak yang tegas terhadap dominiasi Barat. Ia jelas pro China, Rusia, Iran, Kuba dan Bolivia
Langkah tegas Chavez yang sosialis telah merebut hati pemilihnya. Tak heran ia terpilih untuk jabatan presiden secara berturut-turut empat dalam 14 tahun terakhir, meskipun margin kemenangannya kali ini lebih kecil dari pilpres 2006


0 komentar:
Posting Komentar