ads

IHSG Menguat Terbatas, Hindari Saham Komoditas

Headline
INILAH.COM, Jakarta- IHSG pekan depan akan melanjutkan tren penguatan.Namun, ada baiknya investor mengjindari saham komoditas.
"Sepekan ke depan, bahkan di awal pekan sendiri IHSG masih akan menguat dipicu data pengangguran AS yang di bawah perkiraan. Ini memperlihatkan progress penciptaan lapangan kerja yang cukup baik di AS," kata Kepala Riset Indosurya Securities, Tonny W Setiadi di Jakarta, Sabtu (6/10/2012).
Secara teknikal Tonny memperkirakan IHSG masih cukup solid dalam tren naiknya. Jika sepekan ke depan terjadi koreksi, maka level 4.200 dan 4.160 adalah level penting yang harus diperhatikan investor sebagai salah satu support kuat IHSG. Selain sebagai entry point di posisi yang lebih rendah.
Ia mengatakan ada agenda penting ekonomi global yang sangat ditunggu para investor dan akan menjadi pemicu penting bagi pergerakan IHSG salah satunya adalah pertemuan G7 dan pertemuan presiden bank-bank sentral.
Sedangkan sentimen domestik yang ditunggu investor berasal dari laporan keuangan kuartal ketiga yangakan dirilis dalam waktu dekat ini. Adapun data penjualan mobil per September yang menunjukkan hasil positif, setelah Agustus menurun, jadi katalis positif lainnya.
"Sentimen dari produsen otomotif yang terus menunjukkan penjualan positif per September, terus membuat saham produsen otomotif menjadi incaran para investor," ungkapnya.
Menurutnya, hampir semua sektor masih berpotensi menguat pekan depan. Namun, ada beberapa sektor yang harus dihindari investor, yakni sektor pertambangan dan perkebunan. Harga komoditas dunia yang belum menunjukkan tren positif, masih akan mengerek saham-saham ini ke area negatif.
“Harga batu bara sendiri diperkirakan masih akan turun, begitu juga harga CPO dipicu oleh suplai yang berlebihan,”katanya.
Di sisi lain, pengamat pasar modal John Veter memprediksikan IHSG sepekan mendatang akan bergerak di level 4250-4350. “Sedangkan pada perdagangan Senin awal pekan depan, IHSG akan dibuka dengan sedikit melemah di kisaran 4290-4280,”ujarnya dihubungi terpisah.
Menurutnya, kontribusi saham Astra yang notabene dari sektor otomotif bakal menjadi sentimen lanjutan bagi penguatan IHSG pekan depan. Investor diperkirakan akan terus penasaran dan memburu saham Astra ini.
"Akan ada imbas positif dari kontribusi saham Astra yang banyak dibeli investor pekan kemarin yakni IHSG bakal menguat meski lajunya terbatas," ujarnya.
Selain dari grup Astra, John juga menyarankan investor agar memburu juga saham sektor manufaktur atau infrastruktur.

sumber

Artikel Terkait:

0 komentar:

Posting Komentar