“Saya ingin memuji Uni Eropa menerapkan sanksi keras yang diungkap Senin kemarin terhadap Iran. Iran ancaman terbesar bagi perdamaian kita,” ujarnya pada pidato di depan para diplomat di Yerusalem.
“Ini adalah sanksi serius terhadap Iran. Saat sentrifugal pengayaan uranium berhenti berputar dan program nuklir Iran dihentikan, Uni Eropa telah mencapai tujuannya,” tambahnya.
Israel dan banyak negara Barat percaya bahwa Iran menggunakan program nuklirnya untuk mengembangkan kemampuan senjata atom. Iran membantah sinyalemen ini, dan selalu mengatakan kegiatan pengembangan nuklir murni bertujuan damai.
Israel adalah satu-satunya negara yang memiliki senjata nuklir di Timur Tengah namun tak pernah mau mengumumkannya. Israel tak mengesampingkan serangan militer bila mendapat serangan dari negara lain, terutama Iran, dan akan membalas.
Menurut Netanyahu, Israel tak segan-segan akan melakukan aksi militer jika para pejuang Hizbullah dan milisi lainnya menerima transfer senjata kimia dari pemerintah Damaskus yang dikenal dekat dengan Iran, Rusia dan China.
Israel tak mau senjata-senjata kimia jatuh ke tangan para ekstremis seperti Hizbullah atau Al-Qaeda atau kelompok-kelompok lainnya. “Israel berhak untuk bertindak dalam situasi seperti ini,” ujar seorang pejabat Israel kepada AFP, seperti dikutip Al Ahram Online, Mesir.
Pemerintah Belgia terus mengutuk upaya Israel membangun permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Netanyahu juga mengucapkan selamat kepada Uni Eropa atas prestasinya menerima Nobel Perdamaian. Namun kritik pedas dilayangkan ke Uni Eropa yang ternyata juga masih menyimpan banyak gerakan separatisme dan tindak kekerasan.


0 komentar:
Posting Komentar