Menurut sebuah nubuat yang diklaim oleh seorang rabi Yahudi di abad ke-18, sinagog ketiga akan dibangun pada tanggal 06/12 2012 di atas puing-puing Masjid Aqsa.
IOA memiliki niat kuat untuk menghancurkan Masjid Aqsa, namun kondisinya tidak mendukung saat ini.
Sumber tersebut menambahkan bahwa terdapat kesepakatan antara pemerintah dan pihak-pihak di Israel atas pembukaan sinagog ini dan kerjasama Palestina oleh otoritas Mahmoud Abbas untuk memfasilitasi upacara pembukaan dan mengusir gerakan Islam yang mempertahankan Masjid Aqsa.
Menyusul persiapan Israel untuk memadamkan gerakan apapun yang mempertahankan Masjid suci pada hari itu, IOA mencegah jamaah Yerusalemite yang berusia di bawah 50 tahun memasuki Masjid dan meluncurkan kampanye penculikan terhadap para pemuda Palestina yang berada di dalam kota suci.
Menurut ramalan berusia 100 tahun yang tampaknya akan menjadi kenyataan, pada tanggal 6 /12 2012 Israel akan memulai pembangunan Kuil Ketiga di Yerusalem.
Milisi Abbas telah menculik 14 warga Palestina yang dianggap berhubungan dengan Hamas di Tulkarem, Nablus, Jenin, dan Qalqiliya.
Sinagog Hurva pertama kali dihancurkan sesaat setelah pembangunan awalnya ketika kaum Muslim yang menuntut dikembalikannya pinjaman menghancurkan sinagog tersebut. Seratus tahun kemudian, sinagog itu kembali dibangun dan menjadi rumah ibadah kaum Yahudi yang paling penting di tanah suci hanya untuk dihancurkan lagi oleh pasukan Yordania dalam perang Israel tahun 1948.
Pada tahun 2001, Israel memutuskan untuk membangun kembali monumen tersebut, yang sekarang berdiri di tengah-tengah Kuartal Yahudi di Kota Tua Yerusalem. Pembangunan rencananya akan segera diselesaikan dan Sinagog Hurva akan didedikasikan untuk ketiga kalinya pada tanggal 15 Maret tahun depan.
Namun, selama proses rekonstruksi, Hurva menjadi perebutan kendali antara ultra Ortodoks dan Yerusalemite lainnya.
Konflik tersebut adalah mengenai akan menjadi lembaga seperti apakah Hurva kelak. Sekelompok Yerusalemite sekuler dan nasional relijius mengatakan bahwa jika negara tidak segera bertindak maka Hurva akan menjadi sinagog ultra ortodoks lainnya, di mana kaum wanita dan wisatawan tidak diterima.
"Israel telah berinvestasi jutaan dalam restorasi sinagog. Ini adalah sebuah tempat yang memiliki nilai tinggi bagi para wisatawan. Kuartal Yahudi memiliki puluhan sinagog dan mereka tidak membutuhkan satu lagi," ujar Tehila Nahlon, seorang aktivis.
Perdebatan itu mencerminkan isu identitas yang dihadapi oleh Kuartal Yahudi, yang menjadi semakin ultra ortodoks dalam beberapa tahun terakhir ini.
Para aktivis mengatakan bahwa sinagog itu harus memperlihatkan hikayat bersejarah dari Kuartal Yahudi, menunjukkan temuan-temuan arkeologis yang digali di sana, dan adpat diakses sepenuhnya oleh wisatawan.
Namun, bagi ultra ortodoks, persoalannya jelas, "Pertanyaannya adalah apakah ini akan menjadi sebuah sinagog dan rumah belajar, atau pameran segala bentuk kebodohan, ujar Rabi Avigdor Nebenzahl dalam sebuah situs ultra ortodoks


0 komentar:
Posting Komentar