ads

Mahasiswa Cirebon Siap Kawal Masalah KPK Vs Polri

LUVI LUVI.COM - Cirebon - Langkah yang ditempuh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam mengatasi masalah KPK versus Polri didukung berbagai elemen. Salah satunya mahasiswa Cirebon.

Dalam aksi yang dilakukannya di lampu merah pemuda, puluhan mahasiswa berbagai universitas menyatakan sikap terhadap masalah KPK dan Polri, Selasa (9/10/2012).

Koordinator Lapangan, Kris Herwandi mengatakan, adanya penjemputan secara paksa pada salah satu penyidik KPK, Novel Baswedan merupakan salah satu indikasi dilakukannya pelemahan KPK. Hal yang dilakukan, jelas melanggar SOP kepolisian mengenai prosedur penangkapan.

“Ini jelas memperlihatkan adanya indikasi kepentingan-kepentingan yang lebih besar,” ujar Kris.

Dikatakannya, mahasiswa Cirebon menuntut pengambil alihan kasus Simulator SIM yang ada. Tidak hanya itu, mereka juga meminta perseteruan KPK dengan Polri segera diselesaikan. “Stop pelemahan KPK. Save KPK, save Indonesia,” teriaknya.

Ia mengaku, pihaknya akan terus mengawal pernyataan yang dilontarkan SBY. Dia berharap, sikap yang dilakukan presiden Indonesia itu tidak hanya sebatas angin lewat, namun menjadi solusi dari masalah yang ada.

“Kami akan terus mengawal kasus yang ada. Jangan sampai ini hanya menjadi angin surga belaka, namun perseturan yang ada malah semakin menjadi,” tukasnya.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 15.00 WIB, aksi serupa dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati).

Presiden Mahasiswa Unswagati, Ginandjar merasa prihatin atas sikap kepolisian yang cenderung represif dalam menangani suatu masalah. Dia melanjutkan, Polri terlihat seperti alat kekuasan politik kebijakan negara yang pada akhirnya tidak mengindahkan norma aturan internal Polri.

“Padahal seharusnya, aparat kepolisian harus memberikan rasa aman dan menegakkan hukum dengan baik. Bukan malah melakukan tindakan represif dan melanggar rambu-rambu polri,” jelasnya.

Dengan kondisi seperti itu, Ginandjar menolak segala bentuk arogansi dan kesewenangan Polri. Dan juga, mendukung upaya KPK dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

SUMBER

Artikel Terkait:

0 komentar:

Posting Komentar