Bagaimana kejadian yang sesungguhnya, berikut ini wawancara dengan Cinta di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Memangnya aktingnya harusnya seperti apa?
Aku mikirnya kan, standar dan nggak vulgar. Setelah diset dan di-direct, akhirnya hasilnya seperti itu.
Apa yang dirasakan saat itu?
Saya risih dengan posisi saya, apalagi sampai diulang berkali-kali. Waktu adegan itu, saya merasa terlecehkan.
Setelah menjadi adegan film?
Saya melihat adegan itu kecewa banget. Itu bukan seperti pemerkosaan, tapi make love kayak blue film. Jangankan saya, keluarga pun marah besar. Yang saya sayangkan, kenapa tim editing tidak memperhalus adegan itu.
Kabarnya orangtua marah?
Orangtua selesai lihat preview langsung menarik saya ke toilet. Di sana saya dimarahi habis-habisan. Mereka bilang, adegan ini tidak mendidik dan memalukan. Saya dimaki-maki.
Hanya itu yang dilakukan orangtua?
Setelah itu, saya ditinggal begitu saja sama orangtua. Dua minggu saya didiamkan tanpa bicara. Lebih malunya lagi, tetangga saya juga tahu mengenai hal ini.
Ada cibiran?
Cibiran sudah pasti, apalagi keluarga besar, ayah 13 bersaudara. Dengan predikat yang sangat agamis. Saya cukup mencoreng nama baik keluarga.
SUMBER


0 komentar:
Posting Komentar