Anggota Komisi III DPR Fraksi PKS Aboebakar Alhabsyi menilai konflik KPK versus Polri kini semakin terbuka. Jika tidak diantisipasi langsung oleh Presiden, dia mengkhawatirkan akan terjadi Cicak vs Buaya jilid II.
"Oleh karenanya kepala negara perlu memfasilitasi penyelesaian persoalan dua lembaga ini, jangan sampai ada kasus cicak-buaya jilid kedua," ujar Aboebakar, saat dihubungi, Sabtu (6/10/2012).
Aboebakar sangat menyayangkan insiden di KPK pada Jumat (5/10/2012) malam. Di mana ada upaya untuk menangkap penyidik KPK. Bahkan, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menganggap upaya ini sebagai salah satu kriminalisasi terhadap KPK.
"Publik pasti akan menganggap apa yang dilakukan oleh Polri adalah bentuk pembalasan terhadap KPK. Pasti masyarakat dengan cepat akan menyimpulkan bahwa terjadi kriminalisasi terhadap penyidik KPK," jelasnya.
Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) III F-PKS DPR ini menilai, setidaknya apa yang dituduhkan pada penyidik KPK akan mengundang tanya besar. Kenapa perkara 8 tahun lalu, dengan tudingan menembak dan membunuh 6 orang pencuri walet di Bengkulu 2004 silam saat Noval masih bertugas di Bengkulu, baru diungkit saat ini.
"Apalagi terjadi setelah yang bersangkutan memeriksa kasus simulator SIM," katanya.
Para penegak hukum harus fokus pada bidang tugasnya masing-masing. Hal ini harus didukung dengan pola koordinasi yang baik. "Jangan terlihat seperti tom and jery di mata publik, itu tidak baik," ucapnya.
Untuk itu, dia berharap Presiden bisa turun tangan dalam persoalan ini. Dua lembaga ini sama-sama penegak hukum yang harus disupport oleh Presiden. "KPK harus diselamatkan, polisi harus dibersihkan. Negara tanpa polisi apa jadinya, pasti kekacauan di mana-mana. Indonesia tanpa KPK pasti akan semakin terpuruk karena korupsi," tandasnya.
SUMBER


0 komentar:
Posting Komentar