“Kami tidak bermaksud memulai perang dengan Suriah,” ujar Erdogan dalam sebuah konferensi pers di tengah kemarahan atas penembakan yang dilakukan Suriah, yang menewaskan lima warga Turki di sebuah kota yang berbatasan dengan Suriah.
Namun dia manyatakan bahwa Turki akan melindungi warga negara dan perbatasannya, jika dibutuhkan.
“Seharusnya tidak ada negara yang menguji tekad kami terhadap hal tersebut,” ujarnya.
Komentarnya muncul saat angkatan militer Turki mengumpulkan tank-tank dan pesawat rudal di kota Akcakale, kota Sanliurfa, tempat terjadinya insiden mematikan pada Rabu.
Ini bukan pertama kalinya Damaskus melakukan penembakan yang menimpa teritorial Turki dan menjulukinya dengan “sebuah kecelakaan,” menurut Erdogan, yang mengklaim bahwa Turki sebelumnya mengalami tujuh kali penembakan yang dilakukan oleh Suriah.
“Bahkan sampai hari ini tembakan masih mendarat di kota Altinozu, distrik Hatay,” ujarnya.
“Satu kali adalah kecelakaan... namun apakah ini kecelakaan, jika terjadi delapan kali?”
Pembunuhan yang terjadi pada Rabu memicu penembakan sporadis dari pihak Turki, dengan artileri Turki yang menghantam target yang tidak ditentukan ke Suriah. Turki menghentikan penembakannya, pada Kamis pagi.(dh/ml)
SUMBER


0 komentar:
Posting Komentar