ads

AHOK : TAHUN 2015 JAKARTA PUNYA MONOREL

LUVI LUVI.COM - Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali akan melanjutkan pembangunan moda transportasi massal Monorel, setelah sempat terhenti selama beberapa tahun. Ditargetkan proyek pembangunan dengan nilai investasi Rp12 triliun tersebut, dapat rampung tiga tahun ke depan, atau di 2015.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan, untuk mewujudkan pembangunan transportasi massal berbasis rel Monorel, Pemprov DKI menggandeng PT Adhi Karya selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "Dengan dilaksanakan monorel, maka rencana pembangunan elevated busway untuk Koridor 13-15 tidak akan dilaksanakan," kata Basuki di Balaikota DKI, Jakarta, Jumat (19/10/2012).

Pria yang akrab disapa Ahok itu menjelaskan, dari hasil paparan yang dilakukan, PT Adhi Karya, disain monorel akan berubah dari disain awal yang telah ditetapkan PT Jakarta Monorel (JM) pada 2004 lalu, dimana Monorel hanya punya dua jalur yaitu green line dan blue line. Jalur green line dapat terlihat dari tiang-tiang pancang monorel yang telah mangkrak.

Sementara jalur greenline terdiri dari Madya Senayan-Asia Afrika akan melewati Madya Senayan, Palmerah, Pejompongan, Dukuh Atas, Sudirman, Setiabudi Utara, Kuningan Sentral, Grand Melia, Gatot Subroto, Satria Mandala, Komdak, SCBD, Gelora Bung Karno dan Asia Afrika. "Kemudian, karena kekurangan dana, jalur blue line yang melintasi kawasan barat hingga timur dihapuskan dan alihkan untuk pembangunan Mass Rapid Transit," ungkapnya.

Kemudian dalam disain baru monorel, oleh PT Adhi Karya, monorel akan dibangun tiga jalur yang melewati kawasan ekonomisi di Jakarta. Jalur monorel tetap memutari Jakarta, antara lain Cawang-Ancol dan Kampung Melayu melewati Tanah Abang.

"Pokoknya berhenti di tempat-tempat ekonomis. Diharapkan tiga tahun ke depan Jakarta sudah ada monorel di tiga jalurnya. Kalau bisa direalisasikan dibawah dua tahun, maka kemacetan Jakarta cukup teruai. Kita akan kerja sama dengan PT Telkom dan PT KAI. Karena DKI ingin membangun kota Jakarta benar-benar menjadi kota megapolitan," tandasnya

Artikel Terkait:

0 komentar:

Posting Komentar