ads

HANCURKAN PEMUKIMAN, TENTARA ISRAEL CULIK ANAK-ANAK PALESTINA

LUVI LUVI.COM - TEPI BARAT (Berita SuaraMedia) - Delapan anak berusia antara 10 sampai 17 tahun ditahan oleh pasukan Israel selama penggerebekan di Tepi Barat pada senin malam dan selasa pagi kemarin, empat warga Palestina lainnya juga ditahan.
Departemen kepolisian Palestina mengatakan pasukan Israel menyerbu desa Azzun dekat kota Qalqilya dan menahan Qusay Shaher Salim berusia 15 tahun, Yousef Saqer Salim13 tahun, Eid Jamal Salim17 tahun, Hussein Ghassan Swidan 18 tahun, dan Thaer Bayan Tabib15 tahun.
Sebuah serangan Israel di desa Madama, selatan kota Tepi Barat, Nablus menyaksikan penahanan sembilan warga Palestina termasuk bocah laki-laki berumur 8, 10, dan 12 tahun, beserta empat warga Israel lainnya.
Seorang anggota dewan desa Zyadeh Hassan mengatakan pasukan menggerebek wilayah desa Khasha, yang dianggap sebagai situs sejarah Palestina, dan menangkap para penghuni di sana.
Saksi mata melaporkan bahwa pasukan zionis menggeledah rumah-rumah warga Palestina yang ditahan dan membawa mereka ke tujuan yang tidak diketahui.
Mereka yang ditahan itu telah diidentifikasi, di antaranya adalah Amer Abdel Latif Nassar Hassan 50 tahun bersama dengan anak-anaknya Muhammad 14 tahun, Mahmoud 12 tahun, Gheith10 tahun, dan Muhammad Nafez Zyadeh 8 tahun. Empat orang lain, semua warga Palestina Israel juga ditahan, tapi identitas mereka tidak diberitahukan.
Tidak hanya rakyat Palestina yang merasakan kekejaman serbuan pasukan zionis Israel, namun juga tanaman Zaitun yang dalam beberapa tahun terakhir ini terus diberantas oleh Israel.
Perkebunan Zaitun merupakan salah satu sumber ekonomi terbesar masyarakat pertanian Palestina.
Zaitun juga merupakan salah satu makanan pokok dalam keluarga Palestina. Terlebih lagi, Zaitun merupakan tanaman yang dianggap "keramat" dalam kebudayaan Palestina, dan disebut sebagai salah satu tanaman yang diagungkan dalam Al-Quran
Pejabat Palestina memperkirakan dalam beberapa tahun terakhir Israel telah melakukan perusakan di perkebunan Zaitun dengan menggunakan peralatan berat dan membangun tembok-tembok beton diatasnya dengan alasan menghalangi masuknya pasukan Palestina ke wilayah Israel.
Senin lalu (21/09/09) Sebuah kelompok bersenjata Israel yang menduduki Tepi Barat menghancurkan tanah milik Palestina di utara Tepi Barat, sementara itu militer juga menculik empat petani yang kelelahan setelah mencoba menghentikan serangan.
Warga Israel yang menduduki Tepi Barat datang pada senin tengah hari ke tempat di mana tanah-tanah pertanian itu dimiliki oleh petani dari desa-desa Jit dan Amateen, keduanya terletak di dekat kota Nablus dan membakarnya, menurut laporan para saksi.
Ketika para petani berusaha untuk menghentikan serangan pemukim Israel dan menghentikan api agar tidak menghanguskan tanah mereka, pasukan Israel menahan para pemukim Tepi Barat yang menyerang para petani dan menahan empat orang diantara para petani yang melakukan perlawanan.
Hampir bersamaan dengan itu, polisi Israel juga telah menolak untuk menerima keluhan penduduk desa At - Tuwani di selatan bukit Hebron. Warga desa Palestina itu menginginkan pendataan pelecehan yang biasa dilakukan oleh orang-orang dari permukiman ilegal di Ma'om.
Desa Tuwani berada di zona yang diklasifikasikan sebagai zona C sesuai dengan kesepakatan Oslo, yang berada di bawah kendali penuh Israel. Oleh karena itu, polisi Palestina boleh berada di daerah itu untuk melindungi warga sipil Palestina dari serangan pemukim Israel.
Christian Peacemaker Teams (CPT) mengeluarkan siaran pers yang mengatakan bahwa dua dari enam rumah pemukim Israel Palestina yang rusak dibangun pada tanah pribadi milik warga Palestina.
Ini bukan pertama kalinya penduduk desa dari selatan bukit Hebron mengalami agresi pemukim Israel.
"Pada bulan Juli, sementara rumah sedang dibangun, pemukim Israel dari pos Havat Ma'on meneriaki warga Palestina yang sedang membangun rumah. Salah satu rumah yang dibangun sebagian hancur pada malam 16 Juli, "kata The press release.
Saat ini, militer Israel Palestina membatasi pembangunan di daerah itu, sementara di sisi lain, pemukim Israel sedang membangun rumah baru, sebuah perluasan dari permukiman yang sudah ilegal.
Sejauh ini, pembicaraan politik dan tekanan internasional telah gagal untuk memaksa Israel menghentikan pembangunan pemukiman kolonialis baru dalam pendudukan Tepi Barat yang melanggar hukum Internasional

Artikel Terkait:

0 komentar:

Posting Komentar