Dalam
sebuah artikel berjudul "Mereka Merampok Organ Tubuh Anak-anak
Kami"("Våra söner plundras på sina organ"), harian Aftonbladet
mengatakan tentara Israel menculik anak-anak muda Palestina dari Tepi
Barat dan Jalur Gaza lalu mengembalikan jenazah mereka setelah mengambil
beberapa organ.
"Anak-anak
kami dipaksa menjadi donor organ," ujar Khalid, seorang pria Palestina
dari Nablus, kepada Donald Bostrom yang menulis laporan tersebut.
Bostrom juga melaporkan kisah warga Palestina lain yang anggota
keluarganya menjadi korban penyelundupan organ tubuh tersebut.
Menurut laporan itu, semua korban dibantai kemudian jasad mereka dibelah dan organ tubuh mereka direnggut.
Laporan
itu juga mengutip insiden serupa tahun 1992, di mana seorang aktivis
muda Palestina ditangkap oleh tentara Israel di wilayah Nablus.
Laki-laki itu ditembak di dada, kedua kaki, dan perut kemudian dikirim
ke suatu tempat yang tidak diketahui.
Mayat
laki-laki itu ditemukan lima malam kemudian. "Ketika Bilal dimasukkan
ke liang kubur, dadanya terbuka dan tiba-tiba kini menjadi jelas
penyiksaan seperti apa yang ia alami. Bilal bukan satu-satunya jenazah
yang dikuburkan dalam kedaan teriris mulai dari perut hingga dagu dan
menjadi spekulasi mengenai alasan mengapa semuanya terjadi," bunyi
artikel itu.
Artikel
tersebut juga menghubungkan isu ini dengan sindikat kejahatan terkait
penyelundupan organ yang terungkap baru-baru ini di New Jersey. Beberapa orang rabbi Amerika ditahan sehubungan dengan kasus itu.
Pengungkapan
kasus itu bermula dari penangkapan Levy Izhak Rosenbaum dari Brooklyn
terkait pencucian uang dan organ ilegal yang kemudian menyeret sejumlah
rabbi dan
pejabat-pejabat terpercaya. Peran Rosenbaum adalah sebagai perantara
dalam membeli dan menjual ginjal dari Israel ke pasar gelap. Menurut
pernyataannya sendiri, ia membeli mayat-mayat itu dari orang-orang tak
mampu di Israel sebesar $10.000 dan menjualnya ke para pasien yang
membutuhkan donor organ dengan harga $160.000. Waktu tunggu untuk
memperoleh donor ginjal secara legal rata-rata adalah sembilan tahun.
Tuduhan
itu telah mengguncang industri transplantasi Amerika. Jika semua itu
benar, maka itu adalah yang pertama kalinya ditemukan perdagangan organ
tubuh di AS.
Ketika
ditanya berapa banyak tubuh yang telah ia jual, Rosenbaum
menjawab,"Cukup banyak. Dan saya tidak pernah gagal," sombongnya. Bisnis
Rosenbaum itu telah berjalan cukup lama.
Francis
Delmonici, profesor Bedah Transplantasi di Universitas Harvard dan
anggota Dewan Direktur Yayasan Ginjal Nasional, mengatakan di koran yang
sama bahwa perdagangan organ tubuh seperti itu di Israel juga terjadi
di negara-negara lain.
Menurut perhitungan kasar, sekitar 10% ginjal yang ditransplantasikan di dunia adalah ginjal ilegal, ujarnya.
Negara-negara
yang marak dengan aktivitas ilegal ini adalah Pakistan, Filipina, dan
China, di mana mereka mengira organ-organ itu berasal dari tahanan yang
dieksekusi mati.
Separuh
dari ginjal-ginjal baru yang beredar di Israel sejak awal tahun 2000an
dibeli secara ilegal dari Turki, Eropa Timur, atau Amerika Latin.
Departemen Kesehatan Israel mengetahui bisnis tersebut namun tidak
melakukan apa-apa untuk menghentikannya. Di tahun 2003, dalam sebuah
konferensi terungkap bahwa Israel adalah satu-satunya negara Barat yang
kalangan medisnya tidak mengecam perdagangan organ ilegal atau melakukan
aksi legal apa pun terhadap para dokter yang terlibat dalam proses
kejahatan itu. Sebaliknya,dokter kepala sebuah rumah sakit besar
terlibat dalam sebagian besar transplantasi ilegal.
Untuk mengatasi kekurangan organ di Israel, Menteri Kesehatan saat itu, Ehud Olmert,
menggelar sebuah kampanye besar-besaran tahun 1992 untuk mendorong
warga Israel mendonorkan organnya. Setengah juta pamflet didistribusikan
melalui koran-koran lokal yang mengundang semua warga untuk mengisi
formulir dan menyumbangkan organ tubuhnya setelah mereka meninggal. Ehud
Olmert adalah orang pertama yang mengisi formulir itu.
Beberapa
minggu kemudian, Jerusalem Post melaporkan bahwa kampanye itu berjalan
sukses. Tidak kurang dari 35.000 orang telah mengisi formulir, biasanya
hanya 500 dalam satu bulan. Dalam artikel itu, sang jurnalis, Judy
Siegel, juga menulis bahwa kesenjangan antara suplai dan permintaan
masih tinggi. Dari 45 orang yang membutuhkan hati baru, hanya tiga orang
yang memperoleh kesempatan untuk menjalani pembedahan di IsraelSUMBER


0 komentar:
Posting Komentar