“Saya tak khawatir efek samping dari pengobatan ini. Yang penting awet muda, bisa tampil anggun sampai umur 98 tahun meskipun harus menghamburkan duit yang saya tabung seumur hidup,” ujar Sri Nut Feungfung, pemilik kawasan industri Prachin Buri, Distrik Buri Kabin, seperti ditulis The Nation Senin (22/10).
Kakek Nut sebelumnya menderita diabetes. Ia menjalani perawatan di sebuah klinik kesehatan namun hasilnya nihil. Hanya pil dan pil yang dikonsumsi Nut yang sekadar mengontrol kadar gula darahnya.
Tak patah arang, Nut mencari informasi mengenai penyembuhan penyakitnya di sebuah lembaga medis di Beijing yang menawarkan sel induk untuk mengatasi diabetes. Ia mengabiskan uang 3 juta baht (sekitar Rp900 juta). Ia akhirnya memutuskan pergi ke Luxemburg karena pengobatan di Beijing tak sebagus di negara tetangga Belanda itu.
Info klinik Luxemburg itu didapat dari sebuah lembaga wisata medis di Asoke, Bangkok. Ia ditawari biaya pengobatan menggunakan sel induk plasenta domba hitam berharga 1 juta baht. Terapi meliputi perang melawan sembilan kondisi penuaan (degeneratif). Suntikan ekstra sel induk sekali ditembakkan harganya 50.000 baht.
Kakek Nut diminta menjalani tes darah untuk memeriksa apakah sel-sel darahnya cocok dengan sel induk si kambing hitam. Staf klinik menggunakan komputer tablet untuk menjelaskan kepada Nut mengenai proses pengobatan dan menunjukkan foto-foto selebriti dunia dan para politisi yang menjalani pengoatan sel induk di klinik Luxemburg.
Namun datang peringatan dari seorang dokter. Dr Naiphinich Kotchabhak dari Mahidol University Research Centre for Neuroscience mengatakan pengobatan dengan sel induk yang diambil dari hewan bisa memiliki efek samping yang merugikan. Karena sel-sel hewan dapat terkontaminasi oleh berbagai virus.
sumber : http://web.inilah.com/read/detail/1918752/kakek-ingin-permak-wajah-dengan-sel-induk-kambing


0 komentar:
Posting Komentar