ads

PUTRA BUNGSU KHADAFI TEWAS

LUVI LUVI.COM - Tripoli – Juru bicara Dewan Nasional Libya Omar Hamdan mengumumkan putra bungsu diktator Muammar Khadafi yang bernama Khamis Qaddafi meninggal dunia di kota Bani Walid.
Menurut Hamdan, seperti dikutip Al Ahram Online Minggu (21/10), putera Khadafi yang baru berusia 28 tahun itu tewas dalam bentrok antara Tentara Nasional dan Pemberontak Bali Walid. Terbunuhnya Khamis pada Sabtu (22/10/2012) tepat satu tahun tewasnya sang ayah pada 20 Oktober tahun lalu, yang dibunuh secara keji oleh massa.
Khamis adalah putera bungsu Khadafi dari isterinya yang bernama Safya Farkas al-Baraasi, seorang warga Libya yang memiliki akar keturunan asal Hungaria dari suku Obeidat. Safya lahir di Bayda dan berpendidikan keperawatan. Ia pertama kali bertemu Khadafi ketika diktator itu dioperasi usus buntunya pada 1970 dan 1971 dan segera menikah setelahnya.
Muammar Khadafi dan Safia Farkas memilki enam putera dan seorang puteri, selain mengadopsi dua orang anak lainnya. Anak pertama pasangan Khadafi adalah Saif al-Islam lahir di Tripoli pada 1972. Ia pernah diprediksi bakal mengganti Muammar, namun terbunuh pada 2012.
Putera kedua yang bernama Saadi al-Qaddafi yang pernah menjadi pemain sepak bola, lahir setahun kemudian (1973). Anak ketiga, Hannibal yang pernah bekerja pada perusahaan pengangkut minyak ekspor.
Anak keempat Khadafi adalah satu-satunya perempuan yang bernama Ayesha Qaddafi, lahir pada 1976. Pada 1977, lahir lagi anak kelima, seorang lelaki yang bernama Moatasim. Mengenaskan, Moatasim juga terbunuh pada saat ayahnya juga terbunuh, 20 Oktober 2011.
Putera bungsu nomor enam adalah Khamis, yang berprofesi sebagai perwira Angkatan Darat Libya, yang Sabtu pekan lalu tewas dalam bentrok di kota Bani Walid.
Selain putera-puteri bilogis, pasangan Khadafi juga mengangkat dua orang puteri Hanna dan Milad. Hanna dikabarkan meninggal pada usia empat tahun, namun kabar lain menyebut dia masih hidup.

Artikel Terkait:

0 komentar:

Posting Komentar