ads

PRESIDEN SBY DAMAIKAN POLRI-KPK

LUVI LUVI.COM - Berawal dari tertangkapnya jenderal dirlantas akibat kasus pengadaan alat simulator SIM kini kasus tersebut malah melebar menjadi saling serang di antara kedua belah pihak tersebut.
Cicak Vs Buaya nampaknya sudah berbuntut panjang pada hal yang lain, ini terlihat pada konflik yang terjadi akibat terseretnya Nama DS atas tuduhan pengadaan alat simulator SIM tersebut.
KPK Vs POLRI sudah kian memanas nampaknya saat ini, saling hantam terhadap kedua institusi merupakan hal yang harus di;akukan ketika keadaan semakin gening dan kepepet.
Kisruh keduanya menjadi sangat rumit ketika salah satunya merasa tertekan dengan intimidasi dari pihak lain, ini terlihat ketika nama itu di seret oleh KPK, dan POLRI nampaknya merasa ini dapat mencemarkan nama baik akhirnya mereka merangsek masuk KPK untuk membawa salah satu penyidik KPK akibat kasus lain demi menutupi kasus yang sudah bergulir.
Hal ini menjadi perhatian khusus bagi banyak kalangan, banyak yang menyatakan pemerintah seakan-akan diam saja dengan adanya masalah tersebut.
Pernyataan ini lantas di bantah langsung oleh pihak istana, melalui Mensesneg Sudi Silalahi menyatakan bahwa pemerintah tidak tinggal diam atas kasus ini, presiden tidak tutup mulut dengan adanya kisruh kedua pihak ini, presiden sebagai kepala negara sudah memenuhi panggilan jiwanya untuk melerai kedua belah pihak yang sedang bertikai ini.
Pernyataan tentang presiden yang tutup mulut nampaknya tidak benar selama ini, karena selama ini presiden kalau ada masalah tertentu yang sangat genting, serta ada hubungannya dengan kepentingan negara sudah pasti dia ikut turung tangan, tidak tinggal diam.
Suara sumbing mengenai presiden tidak peduli atas kisruh-kisruh yang terjadi di indonesia nampaknya hanya kabar miring dan selalu di tepis, itu tidak benar adanya, presiden selalu menengahi konflik yang terjadi di indonesia ini.

SUMBER

Artikel Terkait:

0 komentar:

Posting Komentar