ads

RUHUT : ANNAS JADI PENYEBAB ANJLOKNYA PAMOR DEMOKRAT

LUVI LUVI.COM - Jakarta - Berdasarkan hasil survei oleh Lembaga Survey Nasional (LSN), Partai Demokrat mengalami penurunan kepercayaan dari masyarakat. Disinyalir, penurunan itu karena kasus dugaan korupsi Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dan dan Wasekjen Partai Demokrat Saan Mustofa.
Ketua DPP Partai Demokrat bidang Informasi dan Komunikasi, Ruhut Sitompul mengatakan, kedua petinggi Partai Demokrat itu kerap disebut-sebut terlibat dalam kasus korupsi. Selain kasus korupsi PLTS, nama Anas juga kerap disebut-sebut terlibat kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Sport Center Hambalang.

Untuk itu, Ruhut meminta agar beberapa nama yang disebut turut dalam tindak kejahatan korupsi agar segera mundur sementara. Hal itu guna meningkatkan kembali elektabilitas partai binaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

"Kalau selama masih ada Anas di situ, rakyat itu cerdas. Apalagi Nazar terus menuding dia, dan beberapa nama itu. Sudahlah, beberapa nama yang disebut-sebut itu legowo mundur sementara. Kalau enggak, ya semua ramalan itu akan kejadian," kata Ruhut, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (15/10/2012).

Selain itu, aparat penegak hukum khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta agar segera menindak tegas beberapa nama yang melibatkan kader Demokrat. Dengan demikian, Ruhut meyakini partainya akan kembali kembali bernapas lega.

"Kalau memang ada dua alat bukti, lanjutkan, kalau tidak langsung hentikan. Dengan begitu kita masih bisa mencoba untuk naik kembali," tegasnya.

Keyakinan Ruhut tersebut berdasarkan pada hasil survei lainnya, yang mengatakan bahwa nama Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono masih memperoleh suara di atas 55%.

"Pak SBY masih disenangi rakyat. Kita memang tergantung sama Pak SBY kok. Nah di situlah aku imbau pada kawan-kawanku, kalau memang mau karam, karam lah, tapi jangan ajak kapal yang besar ini, kasihan," tegas Ruhut

Artikel Terkait:

0 komentar:

Posting Komentar