ads

JOKOWI MENEROR PARA PEJABAT DI DKI JAKARTA

 
LUVI LUVI.COM - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) terus menggepakkan sayapnya untuk merubah Jakarta. Langkah-langkah “kontroversial” Jokowi itu akan terus dibuatnya demi perbaikan kota Jakarta. Setelah kita melihat langkah tersebut, kita mengharapkan hal itu terus menjadi suntikan semangat bagi semua pelayan masyarakat Jakarta.
Setelah “jalan-jalan” dengan mengajak semua Kepala Dinas instansi terkait setelah pelantikannya, kini Jokowi memfokuskan pandangannya ke jajarannya di kecamatan atau kelurahan bawahannya. Lihat saja aksi Jokowi pada hari ini (23/10/12) yang membuat panik staf kelurahan Senen Jakarta Pusat, kemudian dilanjutkan ke Kelurahan Cempaka Putih Timur, dan Cempaka PUtih.
Di kantor-kantor tersebut Jokowi melihat kondisi sebenarnya kantor dan kebiasaan anak buahnya. Tak pelak kehadiran Jokowi itu membuat panik pejabat kelurahan setempat, tidak saja karena ketiadaan Lurahnya, namun kantor juga ada yang belum buka. Padahal saat itu sudah jam layanan kepada masyarakat.
Seharusnya para camat dan lurah di Jakarta cepat-cepat menyesuaikan ritme kerja dengan gendang yang di tabuh oleh pemimpinnya. Gendang musik itu telah ditabuh pada tanggal 15  Oktober kemarin oleh kepemimpinan baru Jokowi Ahok.
Mungkin kebiasaan dan budaya lama masih saja dirasakan lebih nyaman bagi sebagian pejabat DKI. Perubahan ini bagi segelintir orang yang sudah merasa di kondisi nyaman “comfort zone” mungkin akan menjadi beban. Sebagian mereka yang enak dan kurang diperhatikan mungkin akan nyaman dengan kondisi itu. Namun demikian, kondisi telah berubah, dan para pejabat Jakarta pun harus berubah.
Tidak bisa mereka berleha-leha menikmati kenyamanan itu laiknya masa sebelumnya. Mereka juga harus bangun, jika tidak akan mengalami hal serupa ketika ada salah satu pejabat Solo yang dilengserkan oleh Jokowi ketika dia pesimis merampungkan KTP dalam satu hari.
Semoga Jakarta akan menjadi percontohan beberapa kota di Indonesia, sehingga imbasnya nampak secara nasional. Pada akhirnya Indonesia akan menjadi lebih baik, dan keluar dari “comfort zone” yang meninabobokkan sehingga menjadikan Indonesia lemah tanpa saing.

Artikel Terkait:

0 komentar:

Posting Komentar